SMKN 1 GAMBUT ADAKAN RAPAT DINAS PERSIAPAN TAHUN PELAJARAN BARU

Senin 12 Juli 2021, SMK Negeri 1 Gambut mengadakan rapat dinas guna persiapan menyongsong tahun pelajaran baru. Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gambut, Tajuddin, S.Pd, MM, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Dra. Sri Husnah, serta dihadiri juga oleh pengawas sekolah tersebut beragendakan sebagai berikut :

  1. Laporan dari panitia PPDB TP.2021/2022
  2. Penyampaian dari Panitia MPLS TP.2021/2022
  3. Penyampaian informasi terkait pelaksanaan prakerin dari Panitia Prakerin TP.2021/2022
  4. Pengarahan dari Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gambut persiapan menyongong tahun pelajaran baru

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) TP.2021/2022 telah menyelesaikan tugasnya melaksanakan PPDB Online dengan jumlah total pendaftar sebanyak 438 orang, dan yang diterima sebanyak 299 siswa untuk 9 rombel dengan rincian : 26 siswa BKP, 33 siswa DPIB, 35 siswa MM, 71 siswa TKJ, 64 siswa TBSM, dan 70 siswa TKRO (klik tautan berikut ini)

Panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menginformasikan bahwa MPLS TP.2021/2022 dilaksanakan secara daring untuk materi umum, dan secara luring atau tatap muka terbatas dan bertahap untuk materi pemberian materi motivasi belajar di masa pandemi dan pengenalan mata pelajaran kejuruan

Panitia Praktik Kerja Industri (prakerin / magang) menyampaikan informasi bahwa prakerin untuk kelas XII akan berlangsung selama 4 bulan terhitung sejak Bulan Agustus hingga Bulan November, dan pada masa pertengahan  hingga akhir bulan Juli dimanfaatkan untuk pemantapan persiapan siswa kelas XII untuk prakerin.

Dalam rapat ini, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gambut memberi arahan terkait Pembelajaraan Tatap Muka (PTM) khusus untuk praktik dilaksanakan pada mata pelajaran kejuruan bagi siswa kelas X, XI dan XII (sebelum mereka magang). Terkhusus kelas X ditambah dengan mata pelajaran Simdig dan Seni Budaya. Pakaian untuk siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka adalah batik atau sasirangan, utamanya sasirangan SMK, dan/atau baju praktik jika diperlukan dan siswa sudah memilikinya.

Dalam usaha mengurangi beban siswa kelas X dan XI maka untuk guru pengajar diharapkan mengurangi jumlah pemberian tugas. Sedangkan khusus untuk kelas XII yang melaksanakan prakerin/magang, pembelajaran daring tetap diberikan untuk mempelajari materi pelajaran sesuai jadwal selama 3 bulan yaitu Bulan Agustus, September dan Oktober tanpa ada pemberian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh siswa, dengan tujuan siswa akan fokus pada magangnya. Pada Bulan November, saatnya pemberian tugas untuk pengambilan nilai Ulangan Harian dan Ulangan Tengah Semester untuk semua mata pelajaran yang dipelajari di kelas XII.

Kepala Sekolah juga mengharapkan semakin meningkatnya peran serta dan koordinasi antar guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran diminta untuk lebih memperhatikan keaktifan siswa, jika ada yang bermasalah agar sesegeranya melaporkan ke wali kelas. SOP yang dijalankan pada penanganan siswa yang bermasalah dimulai dari penyelesaian oleh guru mata pelajaran, jika belum juga maka guru mata pelajaran melaporkan kepada wali kelas, selanjutnya wali kelas berkoordinasi dengan guru BK, jika belum bisa diselesaikan, maka harus melibatkan Kepala Program Keahlian dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan untuk diputuskan langkah penanganannya.

Rapat diakhiri dengan pembagian SK Tugas dan Mengajar untuk masing-masing guru serta pembagian jadwal piket wajib berhadir ke sekolah 2 kali seminggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *